header image
 

Untuk Kalian Yang Ingin Hidup Bebas

Sebuah pesan dari seorang teman…..

Untuk Kalian Yang Ingin Hidup Bebas

Siapapun kalian, yang menginginkan kehidupan bebas, lepas dari belenggu sekolah, otoritas, orang tua, masyarakat, dan belenggu-belenggu serupa, kalian tidak sendirian. Kalian juga bukan orang pertama yang berpikir bahwa semua belenggu tersebut takkan pernah lepas, bahwa kebebasan sejati hanya dapat kita rasakan dalam khayalan dan mimpi siang bolong. Kita beranjak dewasa dengan dicekoki kalimat bahwa “kita harus bertanggung-jawab”. Semua keluh-kesah akan dunia, kehidupan, dan kondisi sekeliling kita, selalu dijawab dengan nyanyian lama “terima saja, hidup memang tidak pernah adil!”. Sepintas kita merasakan sinisme di dalamnya setiap kali kalimat itu berdengung di dekat telinga kita, kita dapat melihat wajah si pelontar kata yang menyatakan dengan putus asa bahwa ia tak berdaya atas kehidupannya. Dan itulah kenyataan sebenarnya yang ingin ia katakan, bahwa ia–termasuk kita semua–tak berdaya. Namun, di balik semua itu, mereka yang melontarkan kata-kata semacam itu, adalah mereka yang tak pernah benar-benar menjalani hidup yang sesuai dengan keinginan mereka. Mereka yang telah layu atau mati selagi hidup. Bagiku, kenyataan hidup tidak sesederhana kalimat “hidup memang tidak pernah adil” karena kemungkinan masih ada di setiap ruang bagi setiap manusia yang gigih dan berani mengeksplorasi setiap sudut kehidupan.

Terkadang aku juga seperti kalian, yang mengutuki dunia dengan sumpah serapah. Tapi, bisakah kita sedikit berbesar hati dengan mempertimbangkan sisi lain hidup yang pernah atau sering membuat kita tersenyum, merasa lepas, bebas dengan hati yang bergejolak. Momen-momen dimana kita akan berkata bahwa hidup itu tidak selalu busuk adalah ruang dan waktu dimana kita mengikuti mimpi dan keinginan. Memang, keseharian kita dipenuhi dengan “kekerasan, kemiskinan, ketertindasan, peperangan, dan pengrusakan” yang disebabkan oleh para penguasa ekonomi dan para politisi. Sehari-hari kita dituntut untuk mengamini semua ini dengan duduk di depan kelas, menonton televisi, mematuhi majikan, dan membuat semua inersia kehidupan menjadi rutinitas kehidupan kita sendiri. Tapi, kehidupan yang bebas itu masih mungkin. “Hidup itu indah” bukanlah semata slogan perusahaan periklanan dan senyum kaum borjuis di depan televisi, janganlah percaya pada apa yang disajikan televisi kepadamu. Kehidupan yang indah itu ada di sekitar kita, tersembunyi di balik tirai jendela dan di luar dinginnya tembok-tembok penjara, seperti sinar matahari yang diselubungi awan, kita hanya perlu mengayuh angin untuk menyingkapnya.

Aku juga sadar bahwa hidup seperti sekarang ini memang memilukan. Hidup yang bebas di bawah tirani kapitalisme dan negara menjadi semacam ilusi ketika setiap hari kita harus melakukan hal-hal yang tak kita inginkan. Kita harus menjual, menipu, dan berlaku tak adil kepada sesama agar kita dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kita bahkan harus membuat mereka patuh seperti halnya atasan/pimpinan menginginkan kesetiaan kita. Mereka bilang, kalau kita tidak mempersiapkan diri kita untuk masa depan, maka tak ada alasan lagi untuk hidup. Kawan, orang-orang yang berkata seperti itu kepadamu sesungguhnya tak pernah mengerti ucapan mereka sendiri. Orang-orang tersebut mencoba berkata kalau mereka lebih dewasa darimu karena mereka menginginkan kepercayaan dan kepatuhanmu, seperti orang lebih dewasa sebelumnya yang telah merenggut kehidupan mereka. Mereka menginginkanmu untuk menjadi budak mereka, sampai akhirnya kamu mengamini perbudakan dirimu sendiri dan menerima legitimasi kekuasaan mereka terhadap hidupmu. Kapan kamu akan mulai menjalani hidupmu sendiri?

Argumen ini bukanlah suatu alasan untuk menyerang mereka yang bekerja untuk bertahan hidup. Beberapa orang masih sulit melepas rutinitasnya. Menyalahkan mereka karena pilihan tersebut adalah tindakan yang keliru, walau kita semua mengerti bagaimana pengaruh ’rutinitas’ kepada kehidupan kita. Semua ini bergantung pada pemahaman kita terhadap realitas keseharian, hubungan antarmanusia, dan bagaimana hal tersebut membentuk kesadaran bahkan emosi kita. Ada orang-orang terdekat kita yang menyukai pekerjaan mereka sebagai suatu wujud eksistensi di dalam masyarakat. Tapi hal terpenting dari semuanya adalah menyadari bahwa eksistensi hidup takkan diraih melalui semua itu, tapi dari apa yang benar-benar kita inginkan di dalam hidup.

Sadarilah, bahwa majikan ingin memperbudakmu. Sekolah mempersiapkanmu untuk menjadi bagian dari hubungan ekonomi-politis majikan dan budak. Orang tua menghendakimu mengikuti jalan hidup mereka–menjadi budak. Masyarakat menginginkanmu menjadi segala sesuatu yang tak kamu inginkan. Dan percayalah, bahwa kehidupan bebas berada di luar itu semua. Dan ingat, karena aku tak dapat mengingatkanmu hal ini berkali-kali, bahwa hidup yang bebas bukanlah kebebasan untuk mendominasi, memanipulasi, memperbudak sesama, dan menghancurkan alam sekitar (biosfer) demi kesenangan kita. Bukan, karena itu adalah kebebasan yang sekarang diamini oleh masyarakatmu–yang tidak bebas.

Aku keluar (bukan dikeluarkan) dari kuliah, dan tidak memikirkan bagaimana masa depanku akan menjadi. Meninggalkan rumah, orang tua beserta nilai-nilai suci yang tadinya diwariskan kepadaku. Aku bahagia karena aku menjalani hidup sesuai keinginanku, aku bahagia karena aku juga merasakan kesedihan sebagai bagian dari pilihan hidupku. Mereka bisa saja menuduhku egois, seenaknya, parasit, ceroboh, atau apapun tanpa berkaca terlebih dulu. Mereka bisa menghakimiku di dalam segala hal, tapi apa yang perlu mereka lakukan terlebih dahulu adalah melihat ke dalam diri mereka sendiri. Bisikan dalam hati seringkali tak nyaman untuk dipublikasikan apalagi diberitahu ke orang sekitar kita. Kita semua tahu apa yang sering kita keluhkan di dalam diri: ketidakpuasan yang kita rahasiakan yang seringkali dibaluti oleh keinginan-keinginan remeh, padahal apabila dicermati lebih jauh, keinginan tersebut menginginkan sesuatu yang lebih besar. Lebih besar dari apa yang aku dan kamu ketahui. Seperti ketika kamu menemukan cinta dan mengetahui apa yang kamu benci. Biarkan mereka berbicara sesukanya. Menuduh sesukanya. Biarkan mereka berkoar dengan bahasa yang penuh derita. Hidup harus terus berjalan dan memang sudah sepatutnya, bahwa untuk menjalani hidup berarti mengetahui mana yang harus kita perjuangkan dan mana yang harus kita tumbangkan.

Amorfati. Amen

Coba direnungkan……

Aku menginginkan kesunyian

Apa yang sangat sangat sangat aku inginkan saat ini??

Aku ingin kesunyian…

Kesunyian yang sama ketika aku terbangun di waktu subuh kemudian duduk di teras kontrakan mungilku, menghirup udara pagi yang dingin dan penuh embun, menatap ke jalan kecil di depan rumah yang sepi meski sesekali dilalui oleh lalu lalang tetangga sekitar hingga tampak anak-anak berlarian menuju sekolah.
Kesunyian yang sama ketika akhirnya Ray ikut duduk di sampingku, tanpa suara, menemaniku menatap kekosongan di hadapan kami sembari sesekali menghisap rokok putihnya.
Kesunyian yang sama ketika kami tetap duduk berdua tanpa saling bersuara, hanya menatap ke muka dan ditemani oleh suara-suara lalu lalang orang sekitar, kicau burung-burung yang baru terdengar kala suara motor atau sepeda mulai menghilang dari jangkauan, suara tawa dan suara angin. Serta suara hati kami sendiri.

Aku ingin kesunyian…

Kesunyian yang sama ketika aku duduk sendirian di atas tempat tidurku, di tengah gelap kamar. Tersudut di pojok tanpa cahaya dan hanya memeluk lututku sendiri. Membiarkan telingaku menikmati hanya suara kipas angin, suara jangkrik dari luar jendela kamar, suara tiupan angin yang perlahan dan sabar menggerakkan daun-daun di pohon-pohon tua di halaman rumah. Tanpa membuat suara sedikitpun…hingga aku nyaris mampu mendengar suara sang malam sendiri, berbicara dengan hatiku.

Aku ingin kesunyian…

Kesunyian yang sama yang kualami malam tadi ketika aku berjalan menuju tempat tinggalku. Membiarkan telingaku terbebas dari suara musik yang biasanya akan menemani jalanku, dan hanya terdengar olehku suara angin malam dan kendaraan-kendaraan yang berlalu lalang di sekitarku…
Suara tetes-tetes air hujan yang membasahi seluruh tubuhku…
Suara hak sepatuku yang terdengar tiap kali aku melangkahkan kakiku di atas aspal…
Dan suara hatiku…yang menjerit tertahansaat ia tengah hancur remuk terenggutkan hingga serupa dengan seribu serpihan kaca

(ditulis DeeWardani di http://deewardani.blogspot.com ; on November 18,2008)

L.O.S.T

Just because I’m losing

Doesn’t mean I’m lost

Doesn’t mean I’ll stop

Doesn’t mean I’m in a cross

Just because I’m hurting

Doesn’t mean I’m hurt

Doesn’t mean I didn’t get what I deserve

No better and no worse

Lost-Coldplay

Damn It!!!!!!

ada apa dgn gue?

ketika semua fakta dan kenyataan terpampang jelas d depan mata…ketika seribu suara memperingatkan akan adanya rasa sakit yg pasti akan muncul,timbul dan ada…lalu kenapa semua masih kubiarkan ada?kenapa aku masih menutup mata dan telinga?

ada apa dengan hidup?

ketika ujian demi ujian telah aku lewati tapi semua jawaban yg muncul hanya menimbulkan pertanyaan lagi dan lagi…ketika jalan yang terbentang lebar tak juga dapat membawaku kemana aku ingin pergi…ketika cahaya semakin meredup dan aku justru menanti kegelapan yg kurindukan utk datang…ketika kesepian adalah satu-satunya teman yang masih dapat aku percaya?

ada apa dengan cinta?

ketika dia justru datang pada saat dia sama sekali tidak diharapkan…ketika dia justru semakin terasa semakin dalam pada saat kita berjuang utk menghapusnya,menolaknya,membuangnya jauh-jauh dari hati…ketika kita justru merindukan sosok yg seharusnya tidak kita biarkan utk ada dalam hati?

ada apa dengan cinta?

ketika kita akhirnya memutuskan utk memilih,mengambil suatu pilihan dan menyerahkan semua yg kita punya tanpa ragu,seluruh hidup,seluruh hati jiwa dan raga….tapi cinta tidak memilih kita…dan kita masih berusaha utk mempertahankannya?

ketika AKU menyerahkan hatiku pada cinta yg dulu justru menginjak-injak dan menyakitiku hanya demi ego, kini hanya memiliki nyaris sebagian sisa yang terluka….dan ketika kini AKU menyerahkan tetes-tetes terakhir darah yg ada d dalam hatiku kepada cinta,justru merasakan sakit yang menusuk dalam tiap perjuangan utk mencapai titik kesabaran?ketika menjalani penantian?

ada apa dengan cinta?

ketika kita memilih utk menyerahkan semua kepada yang kelak justru hanya datang utk mengambil,merusak dan membuang semua yg kita berikan dengan tulus hingga habis semua rasa, semua nafas, semua harap…dan kemudian hidup?

ada apa dengan cinta?

ketika kita justru menutup mata dan telinga dengan lebih kencang…ketika kita mengatupkan bibir kita dengan lebih ketat…hanya agar kita tidak menumpahkan dan merasakan rasa sakit yg menusuk dada…hanya utk menahan tetes air mata

ada apa dengan cinta.….ketika kita…AKU...masih menanti meski harus menikmati rasa sakit

org bisa jadi bodoh karena cinta
org bisa jadi lemah karena cinta
org bisa lakukan apa aja karena cinta
org bisa mudah memaafkan karena cinta….dan biarkan dirinya disakiti lagi lagi lagi dan lagi

sering kita di satu sudut bertanya sendiri, apakah sebenarnya kita butuh hal kaya gini?”

tp kemudian kita menjawab sendiri, “tapi gw cinta….”

A message through a song…

amari no atsusa ni me o samashi, sakki made miteita yume no naka
touzaisen wa atashi o nosetemo, shinjuku ni oroshitekurenakute

tadoritsukenai
koko ni hoshii ude ya kami ya kubisuji
anata no kirau namanurui ame ni nurasareteyuku

anata ni furisosogu mono ga tatoe ame darou ga sadame darou ga

yurusu koto nado dekiru wake nai

kono te de kanarazu mamoru

soba ni ooite ite


tenki yohou ga hazuretebakari no, mainichi ga misaseta uso no yami
kouyou mo tokimeki mo tameiki mo, shoumou shi yagate nakunarisou de

manekitakunai
sorazorashii tsuchi no ka ya himawari no
sugu nimo mukau kaguwashii kaiga to kasuru hi nado

anata o shiritsukusu koto ga tatoe kanou darou ga fukanou darou ga
mitasareru hi ga kuru hazu mo nai
karada ga ikiteiru kagiri
soba ni ooite ite

anata ni mi o makasu koto ga tatoe kiken darou ga anzen darou ga

tomegane nado ga aru hazu mo nai

subete oshimi naku ageru

anata ni furisosogu mono ga tatoe ame darou ga sadame darou ga

yurusu koto nado dekiru wake nai
kono te de kanarazu mamoru
soba ni
soba ni ooite ite

(Yami ni Furu Ame - Shiina Ringo)

The excessive heat woke me up from the dream that I was having…
Because I was put on the Tozai line, they wouldn’t let me off at Shinjuku

I couldn’t find my way
My arms and hair and neck
Were getting drenched in that lukewarm rain that you hate

The things that pour down upon you – maybe rain, maybe fate

Surely you don’t expect that I’ll just leave it at that

I’ll be certain to protect you myself

So keep me near you

Every day, just when the whether forecast ends up wrong, we’re shown the darkness of the lie
The arousal and the excitement and the gasping – it’s getting exhausted and it looks like it’s going to run out

I don’t want to summon it
The smell of the empty dirt or the hollyhock
Or the day that comes toward us even now, changing into a fragrant picture

Devoting myself completely to knowing you – maybe practical, maybe impractical
It’s not like the day will ever come that I’m satisfied
As long as my body lives
So keep me near you

To leave myself in your hands – maybe dangerous, maybe safe

It’s not like there’s supposed to be something to fasten it with

I’ll just give it all to you without regret

The things that pour down upon you – maybe rain, maybe fate


Surely you don’t expect that I’ll just leave it at that
I’ll be certain to protect you myself
So keep me…
So keep me near you

(Rain Falling in The Darkness - Shiina Ringo)

Addicted totally to Shiina Ringo….the words resembles a lot to what I feel. Kira2 ada jg yg ngeras hal yg sama…???Anyone???

The song that resembles how I feel for you….

hontou no shiawase o sagashita toki ni
ai shi ai saretai to kangaeru you ni narimashita
soshite atashi wa kimi no tsuyosa mo kakushigachi na yowasa mo kunde
toki no nagare to sora no iro ni
nanimo nozomi wa shinai you ni
sugao de naite warau kimi ni enajii o moyasu dake na no desu.

hontou no shiawase wa me ni utsurazu ni
angai soba ni atte kizukazu ni ita no desu ga
kajikamu yubi no motomeru mono ga minareta sono te datta to shitte
atashi wa kimi no merodii ya sono
tetsugaku ya kotoba subete o
mamoru tame nara sukoshi kurai suru kurou mo itowanai no desu.

toki no nagare to sora no iro ni
nanimo nozomi wa shinai you ni
sugao de naite warau kimi no sono mama o ai shite iru yue ni
atashi wa kimi no merodii ya sono
tetsugaku ya kotoba subete o mamoritooshimasu

kimi ga soko ni ikite iru to iu shinjitsu dake de koufuku na no desu

(Koufukuron - Shiina Ringo)

English version……..

When I started looking for true happiness
I started to think that I wanted to be in love and be loved back
And then I started to appreciate all of your strengths and the weaknesses you tend to keep hidden
You laugh and you cry and show me the real you
and I just use all my energy on you
So I don’t wish for anything at all from the flow of time or the color of the sky

But I never saw any true happiness around
And I never realized that it was right there the entire time
And then it dawned on me one day that the only thing these numb fingers need are those familiar hands of yours
So if it’s for that melody of yours, or
your philosophy or your words and
everything else I wouldn’t mind a little effort on my part in order to protect them.

You laugh and you cry and show me the real you

and so I love you just the way you are

So I don’t wish for anything at all

from the flow of time or the color of the sky.

That’s why I’ll protect that melody of yours and

your philosophy, and your words and everything else to the very end

You’re there living your life and just knowing this simple little fact makes me so happy.

(Theory of Happiness - Shiina RIngo)

benci bermimpi

mimpi…

apa arti sebuah mimpi???jika mimpi hanya sekedar bayangan maya tanpa harap tanpa makna dan hanya ada saat kita menutup mata dan hilang sirna terhapus kesadaran kita. apakah mimpi ketika saat ia datang kita belum juga menutup mata?apakah mimpi kala ia datang namun kita tak juga sadar dan tak mampu membedakan apakah saat itu kita tertidur atau terbangun?apakah mimpi saat ia justru terasa lebih nyata daripada kenyataan yang sungguh terasa mencakar menggores-gores kulit badan dan mendorong kita jatuh ketika kita berusaha untuk bangun?

disini aku lagi-lagi tak mampu membedakan mana yang nyata dan mana yang mimpi. ketika aku kembali hanyut mengarungi malam di dalam gelap kamar mempermainkan kata-kata yang melayang memenuhi akal pikiran dan hati…ditemani sebuah pena, sebuah jurnal tua yang mulai luntur oleh waktu dan tetes-tetes air mata, serta sebotol vodka yang nyaris kosong teronggok di antara bantal, guling dan baju-baju kotor di ujung tempat tidur. menyelami kata demi kata yang tercoret oleh pena tanpa jelas akar tumbuhnya, yang terus mengalir keluar dari akal dan hati yang tengah terbakar hingga tubuhku orgasme karenanya.

terkutuklah dunia yang kejam…dunia yang mempersembahkan dirinya sebagai taman bermain dan lantai dansa untuk sekumpulan manusia dan setan. dunia yang menjadi wadah bagi adanya segala rasa benci dan cinta. dunia yang menjadi saksi bisu akan tiap tetes darah yang mengalir karena cinta.

terkutuklah cinta yang kejam…yang karena adanya justru tumbuh benci iri dengki cemburu basi!!!yang karena adanya manusia mengumbar kata-kata penuh bullshit berbau tai, memuntahkan fitnah dan meludahkan air liur penuh nafsu. yang karenanya jiwaku kemudian harus berbohong…pada diri sendiri, pada Tuhan, dan pada hati kecil terdalam yang memohon agar suaranya didengar dan dipertimbangkan.

hidup tak bisa direncanakan

cinta tak bisa direncanakan
kenapa harus ada semuanya…??kenapa aku mencinta??kenapa aku membenci karena mencinta??kenapa aku harus merindu karena mencinta??hingga aku harus membenci dunia yang menentang tiap kejujuran yang ingin kuteriakkan dari dalam hati….hingga aku harus menjilat tetes ludahku yang sudah terlanjur kutumpahkan pada permukaan tanah….hingga akupun kemudian menjadi bagian dari suatu kemunafikan yang dulu begitu kubenci

hingga aku yang lemah harus sekuat tenaga mesti mengenakan topeng yang begitu menyakiti wajah dan juga hati….

brengsek…..aku benci menunggu mimpi

The creation of a JENIUS!!!!!

Di bawah ini ada lagu kesukaan gw…udah lama sebenernya gw ngefans bgt ma ni lagu, terutama karna musiknya keren abis n feel si penyanyi masuk bgt jd meskipun gw gak ngerti bahasanya tetep aja ni lagu jadi dalem bgt. Mungkin gw tulis aja liriknya yah^^

Here’s how it goes…

anata wa sugu ni shashin o toritagaru
atashi wa itsu mo sore o iyagaru no
datte shashin ni nacchaeba atashi ga furuku naru ja nai

anata wa sugu ni zettai nado to iu
atashi wa itsu mo sore o iyagaru no
datte samete shimacchaeba sore sura uso ni naru ja nai

don’t U think?i wanna Be with U

koko ni ite
zutto zutto zutto
ashita no koto wa wakaranai
dakara gyutto shite ite ne
gyutto shite ite ne DAARIN

anata wa sugu ni ijikete misetagaru
atashi wa itsu mo sore o yorokobu no
datte KAATO mitai dakara atashi ga KOOTONII ja nai

don’t U think?i wanna Be with U

soba ni kite
motto motto motto
kinou no koto wa wasurechaou
soshite gyutto shite ite ne
gyutto shite ite ne DAARIN

mata shigatsu ga kita yo
onaji hi no koto o omoidashite

don’t U think?i wanna Be with U

koko ni ite
zutto zutto zutto
ashita no koto wa wakaranai
dakara gyutto shite ite ne

i wanna Be with U

soba ni kite
motto motto motto
kinou no koto wa wasurechaou
soshite gyutto shite ite ne
gyutto shite ite ne DAARIN

(Gibusu by Shiina Ringo, from the album Shouso Strip)

Maaf yah,blm bs ngasi link k lagunya skrg…mgkn gw akan coba lain kali. hohohohohoh^^

Anyway…atas keisengan adek gw akhirnya kami menemukan web yang menterjemah ni lirik. Dan hasilnya………gw makin jatuh cinta ama lagu ini! The whole lyrics are amazing! Kata2nya dalem bgt dan ternyata emang ni lagu sangat romantis bgt!

Gak percaya????nibuktinya….

You always want to take pictures
but I always hate that
because if I were a picture, I’d become old, wouldn’t I?

You always say “forever”
but I always hate that
because if our love cools, then even that would be a lie.

Don’t you think? I wanna be with you

Right here
For ever and ever and ever.
No one knows what tomorrow will bring
so hold me tight.
Hold me tight, darling.

You always want to shrink away
and that always makes me happy
Because it’s like Kurt, and that would make me Courtney

Don’t you think? I wanna be with you

Come by my side
More, more, more.
Let’s forget about yesterday.
So hold me tight.
Hold me tight, darling.

April has come again;
remember that same day

Don’t you think? I wanna be with you

Right here
For ever and ever and ever.
No one knows what tomorrow will bring
so hold me tight.

I wanna be with you

Come by my side
More, more, more.
Let’s forget about yesterday.
So hold me tight.
Hold me tight, darling.

(Plaster Cast, the English version of Gibusu)

Keren kan….the truly love song. Gak cuma di kata2nya aja….d web yg bersangkutan ( http://freckle.tenkeimedia.com/nl/ringo/gibusu.html ) si translator sempet bilang bahwa dia berusaha nyari tahu kenapa Gibusu diterjemahin ke Plaster Cast. Di tulisannya, Jerry Neighbors, sang translator bilang kalo kata Gibusu itu ada versi Jepang dari Gypsum (yang di bahasa Inggris punya nama lain Plaster Cast atau kalo ‘bahasa manusia’nya berarti lapisan plester gipsum). Dan di tulisannya mas Jerry ini juga bilang bahwa dia sedikit berpersepsi bahwa maksud ni lagu adalah bahwa Shiina Ringo ingin jadi sedekat mungkin dengan kekasihnya seperti lapisan plester gipsum melapisi kulit si kekasih………so sweet!!!!^^

For the one I dedicate this song to……smoga loe sadar^^

kimi ga aishita boku

jana

^^

Kata orang sih…

Kata orang…

Cinta itu butuh pengorbanan…tapi buat apa? Ketika manusia seringkali lupa bahwa mereka hanya manusia, dan mereka gak akan pernah merasa puas. Buat apa ketika manusia berkorban dan memberi dengan mengharapkan pamrih, balasan dan meminta agar mereka dihargai atas pengorbanannya…dan ketika tiap pamrih, balasan dan penghargaan itu gak mereka dapat, manusia akan meminta, memkasa dan menuntut…dan berkali2 ‘mengingatkan’, bahwa mereka sudah berkorban. Dan menuntut banyak meski ketika pengorbanan itu mereka lakukan atas sadar mereka sendiri…tanpa sadar bahwa mereka sudah menyakiti. Atau mungkin berkorban itu harus kemudian menuntut?

Kata orang…Cinta itu nafsu. Mungkin bener…dan memang bener. Banyak orang menjadikan ‘cinta’ buat alasan banyak hal. Dan si ‘nafsu’ tadi menjadikan ‘cinta’ sebagai ‘barang’bukan lagi sesuatu yang berharga dan seharusnya jadi spesial.

Kata orang…Cinta itu bullshit. Benar! Mau komen apalagi?

Kata orang…Cinta itu abadi. Ada yg bilang gw pernah mengalami itu dan sampai kapan pun kisah gw yg itu akan jadi kenangan abadi. Haruskah gw senang akan hal itu? Ketika kenangan tentang dia sering menghantui dan membuat gw merasa bersalah setengah mati dan merasa sebagai pengkhianat tiap kali gw berusaha untuk membuat kisah baru…Ketika gw merasa kesepian dan justru memanggil namanya sekali lagi, dan bukan orang lain.

Kata orang…Cinta itu gak penasaran. Ketika kita cinta seseorang, seharusnya kita lebih bebas dan lepas…lebih ikhlas. Bukannya bertanya2 saat ini dia sedang ada dimana, sedang apa…sedang bersama siapa.

kata orang…Cinta itu harus bisa menerima perbedaan. Mungkin bisa…seandainya ada pihak yg mau mengalah, seandainya kedua pihak mau sama2 ngerti…tapi manusia lebih banyak yang menolak perbedaan. Dan mereka cenderung menjauhi, menolak, mengucilkan orang2 yg berbeda dari mereka. Meski orang2 itu manusia biasa, bukan binatang, monster, alien atopun setan. Logikanya sih…kata pakde Darwin, perbedaan itu wajar. Makhluk hidup gak mungkin bisa sama persis dalam segala hal, dan apabila makhluk hidup itu sama semua…maka kita, makhluk hidup tadi, akan gampang punah. Mau???

Cinta itu kepercayaan…apakah percaya itu bisa terjawab dengan terus menerus bertanya. Dan apakah bertanya dan menjawab sendiri, berandai2 dan menarik kesimpulan sendiri tanpa tahu fakta itu bisa dibilang percaya? semua cm bullshit…

 

Kenapa gw masih menganggap cinta itu cm embel2 bullshit yg ga ada artinya…apa karena hati gw…sekali lagi…mati?

 

Maybe…I still have to figure out what LOVE is. Well…I guess NOW is the right time to start learning more.

Maybe…

my battle

lima empat tiga dua satu
aku terus menghitung mundur waktu
kenapa?
karena kurasa waktuku terhenti disini
meski tubuh ini masih merambat pelan berusaha meraih kembali semua kekuatanku

kenapa aku kembali memberontak?
karena aku lelah menghadapi semua
lelah berjuang ketika aku tak lagi mampu melihat apa yang menjadi akhir dan jawaban bagi perjuanganku yang kian tampak sia-sia belaka
untuk apa aku berjuang ketika yang kudapatkan hanya rasa sakit dan kekecewaan
ketika kebahagaiaan justru semakin jauh di belakangku
ketika semua semangat yang dulu mendorongku telah berhenti
ketika kamu bahkan tak lagi menyokongku untuk berdiri melainkan justru terus dan terus menjegal langkahku, mendorongku jatuh, membekap kencang nafasku dan bahkan mengikatku kencang hingga aku tak mampu melangkah tegap
karena itu aku merangkak merambat sambil terus mencakar tanah dan wajahku sendiri hingga kulit dan kuku-ku terkelupas hanya untuk meyakinkan diriku sendiri bahwa aku masih hidup

untuk apa semua ini?
untuk apa pula aku berjuang untuk hidup?
aku mencintai hidupku namun kenapa aku kini menyerah pasrah dan kehilangan hasratku untuk meneruskan semua?
maaf jika aku menyakitimu
namun semua ini adalah satu-satunya jalan untuk menyadarkanmu untuk memaksamu agar kamu melihat lukaku yang telah tergores begitu dalam oleh cintamu
ini rasa sakitku
bukan pembalasanku

hanya pemberontakanku yang masih merambat pelan untuk menjadi kuat dan perlahan kembali bangkit pada kedua kakiku
pemberontakanku untuk meraih kembali hidupku

I will always love you…